KENAPA CEWEK SUKA BERDANDAN?
Sering ga denger cowok-cowok atau bahkan cewek juga bertanya-tanya tentang “Kenapa, sih, wanita memakai make up, produk perawatan wajah, dan sejenisnya? Ribet amat!”
Padahal, katanya, laki-laki lebih suka melihat wanita yang tampil apa adanya (?) Dan beberapa lelaki menganggap kalau cewek pakai make up malah terlihat lucu dan aneh, meskipun ga semua lelaki berpendapat demikian dan ga semua cewek ber-make-up juga terlihat lucu ataupun aneh.
Saya sendiri, baru-baru ini jadi orang yang peduli banget sama skin care dan juga make up, meskipun saya sendiri hanya memakai make up se-standar-standar-nya orang berdandan. Kenapa saya yang tadinya cuek jadi lebih peduli sama hal-hal girly ini?
1. I’m twenty. Wow, I hate to realize that I am old now.
2. Jenis wajahku yang “bukan tipe wajah normal”
3. Aku pernah suatu hari nyoba make “sesuatu” (bukan bahan kimia) buat ngebersihin wajah dan hasilnya mukaku malah jadi break out parah banget! Ternyata aku alergi sama “sesuatu” itu. Dan sedihnya, seluruh wajahku dipenuhi merah-merah seperti jerawat dan terkadang gatalnya ga nahan. Dari situ, aku mulai banyak baca-baca mengenai segala hal tentang kesehatan wajah.
4. Aku bukan orang yang mostly stay at home, ataupun di kampung halaman mulu. Karena rumahku dan kampusku beda daerah which is beda suhu dan udara, itupun bakal ngaruh juga ke kulit.
Sampe akhirnya aku sadar bahwasanya kesehatan kulit wajah itu penting. (titik)
Oke, curhatnya udahan, hehe, lanjut ke main topic.
These all based on my humble opinion yaa..
1. Kenapa cewek pakai make up padahal kecantikan itu terpancarnya dari hati, bukan dari lightingnya bedak ataupun meronanya lipstik?
Oke, make up itu ga selalu yang menor, ya, ada make up natural, bahkan kadang yang kita kira wajah no-make-up pun ternyata masih menggunakan bantuan make up, lho! Yaa, at least bedak dan lipbalm. Jadi, kenapa, sih, pake make up?
a. Menghormati lingkungan dan juga diri sendiri.
Entah kamu ada reuni sama temen TK, atau diundang makan di rumahnya doi, atau silaturahim ke tempat saudara, atau ada rapat paripurna di kampus, atau mau bimbingan tugas akhir sama dosen. First, see your face. Ngaca! Jangan sampe kamu meet people dengan wajah yang terlihat pucat, atau wajah bangun tidur yang cengo. Oh iya, kulit wajah laki-laki dan perempuan itu beda, ya, jadi jangan sampe ada lelaki yang ngebanding-bandingin kulitnya dengan kulit perempuan atau sebaliknya -_-
Nah, kalau kita sedang di suatu agenda dengan wajah yang terlihat segar akan terasa kalau kita tuh menghargai agenda tersebut gitu, dibanding ketika kita datang dengan berwajah pucat.
b. Beberapa make up juga ga cuma berfungsi sebatas “make up”. Ada yang berperan sebagai sun protector, yangmana dapat menghindari dari bahayanya sinar UV, ada yang menghindari wajah dari dehidrasi, atau menjaga kelembabapan bibir, menangkal radikal bebas, dan lain-lain.
c. Naluri. Nggg…. ini sih susah dijelaskan. Ya emang udah jadi naluri wanita aja.
2. Bukannya di dalam Islam, wanita tidak boleh berdandan? Nanti tabarruj, hayoo..
Bismillahirrahmanirrahim, saya memang bukan ahli tafsir atau uztadzah apalagi mamah dedeh, bukan. Tapi saya mau nyoba jelasin berdasarkan apa yang saya baca di buku, saya dengar dari kajian, dan saya cermati.
Tabarruj, menurut bahasa, adalah wanita yang memamerkan keindahan dan perhiasannya kepada laki-laki yang bukan mahrom.
Oke, jelas banget bahwa Islam melarang kita untuk tabarruj. Bukan, bukan karena Islam serba membatasi, tetapi Islam itu sangat menjaga.
Nah, disini, bukan berarti kita ga boleh dandan sama sekali, loh. Allah kan mencintai keindahan. Jadi kita tetep bisa dandan asalkan dalam batas yang wajar. Masa sih kita mau ngantor nih misalnya, trus kita berangkat dengan wajag yang lusuh, cengo, kayak orang bangun tidur. Kan orang ngeliat kita juga jadi risih, kayak kita kurang menghargai lingkungan kantor kita gitu kesannya.
Jangan lupa, innamal a’malu binniat. Segala sesuatu dilihat dari niatnya. Meskipun dandanan seorang perempuan itu sederhana pun tapi kalau dia keluar rumah dengan niat menarik perhatian lelaki, nah itu dosa juga.
Oh iya, menurut saya, ada 2 orang yang melakukan tabarruj ini:
a. Orang yang ga tau kalau tabarruj itu dilarang agama, sehingga mereka melakukannya. Ini yang banyak di sekitar kita, dan sedihnya adalah; orang-orang “berilmu” disekitarnya tidak memberi tahu si wanita itu kalau tindakan itu adalah dosa. :(
b. Orang yang sudah tahu hal itu dosa, and they keep doing it.
3. Tapi tetep aja, kebanyakan lelaki lebih suka dengan wanita yang tampil apa adanya, no make up, wajahnya asli gitu, kayak bangun tidur, hehe..
Honestly, saya bisa terima kalau lelaki bilang suka dengan wanita yang “apa adanya” which is wanita yang sederhana alias ga neko-neko. Meskipun sederhana versi setiap orang tuh beda-beda. Tapi saya agak risih kalau dengar lelaki bilang “aku lebih suka kamu tanpa make up, kamu kalau bangun tidur cantik deh”. It’s sounds like he looks si wanita berdasarkan sudut pandang ketika si wanita ini menjadi teman hidup atau istrinya. Plis, deh. Ga mungkin juga kita pergi ke mana-mana dengan tetap memasang “wajah bangun tidur”.
Dan, laki-laki juga jangan ke-pede-an, tidak semua perempuan berdandan “supaya disukai laki-laki atau supaya menarik perhatian laki-laki”.
Kebanyakan, wanita berdandan adalah untuk dirinya sendiri dan untuk menunjukkan respect ke lingkungannya, supaya terkesan “pantas” gitu lho, bukan untuk diperhatikan/dinilai-nilai cantiknya oleh laki-laki. Kalaupun ada yang berdandan dengan niat untuk menunjukkan kecantikannya alias tabarruj, ya udah, itu contoh yang salah.
4. Tapi gimana kalau dandannya menor alias berlebihan?
Ya itu sih urusan dia ya, ga tau sih niatnya dandan menor gitu teh untuk apa.
5. Tapi ada temen gue kalau dandan malah lucu kayak badut, hahaha
Doi terlihat lucu di matamu mungkin karena kamu belum terbiasa dengan penampilannya yang sedikit berbeda. Atau bisa juga, doi lagi belajar cara menggunakan make up yang baik dan benar sesuai prosedur dan standarisasi kecantikan. Plis, jangan menertawakan orang yang lagi “belajar”. Ibaratnya anak kecil, lagi belajar berpendapat, lalu orang-orang dewasa menertawakannya karena lucu atau tak masuk akal, di situ si anak bisa trauma dan ga mau lagi berpendapat karena takut ditertawakan. Utamakanlah menghargai dibanding mengomentari. :)
Terakhir, buat lelaki, if you say to your girl-firend, “kamu lebih cantik ga usah pake make up, kamu aneh kalau pake gincu, kamu kayak badut kalau bla bla bla” mungkin itu bakalan menyinggung perasaannya kecuali kalau temanmu berhati badak. Jadi, bakalan lebih enak kalau you say dengan bahasa yang lebih lembut “kamu lebih cantik kalau pakai make up yang lebih natural, loh.”
Karena wanita ingin dimengerti.
That’s all.
wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Padahal, katanya, laki-laki lebih suka melihat wanita yang tampil apa adanya (?) Dan beberapa lelaki menganggap kalau cewek pakai make up malah terlihat lucu dan aneh, meskipun ga semua lelaki berpendapat demikian dan ga semua cewek ber-make-up juga terlihat lucu ataupun aneh.
Saya sendiri, baru-baru ini jadi orang yang peduli banget sama skin care dan juga make up, meskipun saya sendiri hanya memakai make up se-standar-standar-nya orang berdandan. Kenapa saya yang tadinya cuek jadi lebih peduli sama hal-hal girly ini?
1. I’m twenty. Wow, I hate to realize that I am old now.
2. Jenis wajahku yang “bukan tipe wajah normal”
3. Aku pernah suatu hari nyoba make “sesuatu” (bukan bahan kimia) buat ngebersihin wajah dan hasilnya mukaku malah jadi break out parah banget! Ternyata aku alergi sama “sesuatu” itu. Dan sedihnya, seluruh wajahku dipenuhi merah-merah seperti jerawat dan terkadang gatalnya ga nahan. Dari situ, aku mulai banyak baca-baca mengenai segala hal tentang kesehatan wajah.
4. Aku bukan orang yang mostly stay at home, ataupun di kampung halaman mulu. Karena rumahku dan kampusku beda daerah which is beda suhu dan udara, itupun bakal ngaruh juga ke kulit.
Sampe akhirnya aku sadar bahwasanya kesehatan kulit wajah itu penting. (titik)
Oke, curhatnya udahan, hehe, lanjut ke main topic.
These all based on my humble opinion yaa..
1. Kenapa cewek pakai make up padahal kecantikan itu terpancarnya dari hati, bukan dari lightingnya bedak ataupun meronanya lipstik?
Oke, make up itu ga selalu yang menor, ya, ada make up natural, bahkan kadang yang kita kira wajah no-make-up pun ternyata masih menggunakan bantuan make up, lho! Yaa, at least bedak dan lipbalm. Jadi, kenapa, sih, pake make up?
a. Menghormati lingkungan dan juga diri sendiri.
Entah kamu ada reuni sama temen TK, atau diundang makan di rumahnya doi, atau silaturahim ke tempat saudara, atau ada rapat paripurna di kampus, atau mau bimbingan tugas akhir sama dosen. First, see your face. Ngaca! Jangan sampe kamu meet people dengan wajah yang terlihat pucat, atau wajah bangun tidur yang cengo. Oh iya, kulit wajah laki-laki dan perempuan itu beda, ya, jadi jangan sampe ada lelaki yang ngebanding-bandingin kulitnya dengan kulit perempuan atau sebaliknya -_-
Nah, kalau kita sedang di suatu agenda dengan wajah yang terlihat segar akan terasa kalau kita tuh menghargai agenda tersebut gitu, dibanding ketika kita datang dengan berwajah pucat.
b. Beberapa make up juga ga cuma berfungsi sebatas “make up”. Ada yang berperan sebagai sun protector, yangmana dapat menghindari dari bahayanya sinar UV, ada yang menghindari wajah dari dehidrasi, atau menjaga kelembabapan bibir, menangkal radikal bebas, dan lain-lain.
c. Naluri. Nggg…. ini sih susah dijelaskan. Ya emang udah jadi naluri wanita aja.
2. Bukannya di dalam Islam, wanita tidak boleh berdandan? Nanti tabarruj, hayoo..
Bismillahirrahmanirrahim, saya memang bukan ahli tafsir atau uztadzah apalagi mamah dedeh, bukan. Tapi saya mau nyoba jelasin berdasarkan apa yang saya baca di buku, saya dengar dari kajian, dan saya cermati.
Tabarruj, menurut bahasa, adalah wanita yang memamerkan keindahan dan perhiasannya kepada laki-laki yang bukan mahrom.
Oke, jelas banget bahwa Islam melarang kita untuk tabarruj. Bukan, bukan karena Islam serba membatasi, tetapi Islam itu sangat menjaga.
Nah, disini, bukan berarti kita ga boleh dandan sama sekali, loh. Allah kan mencintai keindahan. Jadi kita tetep bisa dandan asalkan dalam batas yang wajar. Masa sih kita mau ngantor nih misalnya, trus kita berangkat dengan wajag yang lusuh, cengo, kayak orang bangun tidur. Kan orang ngeliat kita juga jadi risih, kayak kita kurang menghargai lingkungan kantor kita gitu kesannya.
Jangan lupa, innamal a’malu binniat. Segala sesuatu dilihat dari niatnya. Meskipun dandanan seorang perempuan itu sederhana pun tapi kalau dia keluar rumah dengan niat menarik perhatian lelaki, nah itu dosa juga.
Oh iya, menurut saya, ada 2 orang yang melakukan tabarruj ini:
a. Orang yang ga tau kalau tabarruj itu dilarang agama, sehingga mereka melakukannya. Ini yang banyak di sekitar kita, dan sedihnya adalah; orang-orang “berilmu” disekitarnya tidak memberi tahu si wanita itu kalau tindakan itu adalah dosa. :(
b. Orang yang sudah tahu hal itu dosa, and they keep doing it.
3. Tapi tetep aja, kebanyakan lelaki lebih suka dengan wanita yang tampil apa adanya, no make up, wajahnya asli gitu, kayak bangun tidur, hehe..
Honestly, saya bisa terima kalau lelaki bilang suka dengan wanita yang “apa adanya” which is wanita yang sederhana alias ga neko-neko. Meskipun sederhana versi setiap orang tuh beda-beda. Tapi saya agak risih kalau dengar lelaki bilang “aku lebih suka kamu tanpa make up, kamu kalau bangun tidur cantik deh”. It’s sounds like he looks si wanita berdasarkan sudut pandang ketika si wanita ini menjadi teman hidup atau istrinya. Plis, deh. Ga mungkin juga kita pergi ke mana-mana dengan tetap memasang “wajah bangun tidur”.
Dan, laki-laki juga jangan ke-pede-an, tidak semua perempuan berdandan “supaya disukai laki-laki atau supaya menarik perhatian laki-laki”.
Kebanyakan, wanita berdandan adalah untuk dirinya sendiri dan untuk menunjukkan respect ke lingkungannya, supaya terkesan “pantas” gitu lho, bukan untuk diperhatikan/dinilai-nilai cantiknya oleh laki-laki. Kalaupun ada yang berdandan dengan niat untuk menunjukkan kecantikannya alias tabarruj, ya udah, itu contoh yang salah.
4. Tapi gimana kalau dandannya menor alias berlebihan?
Ya itu sih urusan dia ya, ga tau sih niatnya dandan menor gitu teh untuk apa.
5. Tapi ada temen gue kalau dandan malah lucu kayak badut, hahaha
Doi terlihat lucu di matamu mungkin karena kamu belum terbiasa dengan penampilannya yang sedikit berbeda. Atau bisa juga, doi lagi belajar cara menggunakan make up yang baik dan benar sesuai prosedur dan standarisasi kecantikan. Plis, jangan menertawakan orang yang lagi “belajar”. Ibaratnya anak kecil, lagi belajar berpendapat, lalu orang-orang dewasa menertawakannya karena lucu atau tak masuk akal, di situ si anak bisa trauma dan ga mau lagi berpendapat karena takut ditertawakan. Utamakanlah menghargai dibanding mengomentari. :)
Terakhir, buat lelaki, if you say to your girl-firend, “kamu lebih cantik ga usah pake make up, kamu aneh kalau pake gincu, kamu kayak badut kalau bla bla bla” mungkin itu bakalan menyinggung perasaannya kecuali kalau temanmu berhati badak. Jadi, bakalan lebih enak kalau you say dengan bahasa yang lebih lembut “kamu lebih cantik kalau pakai make up yang lebih natural, loh.”
Karena wanita ingin dimengerti.
That’s all.
wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Post a Comment